arsitektur

Apa Itu Balok Sloof? Ketahui Jenis dan Fungsinya

Megabuild Indonesia
Posted 9 days ago6 mins read
Balok sloof memiliki peran signifikan bagi ketahanan bangunan. Mari kenali di sini pengertian, fungsi, dan jenis-jenis balok sloof.
Apa Itu Balok Sloof? Ketahui Jenis dan Fungsinya

Kebanyakan orang mungkin masih asing dengan istilah sloof. Namun, dalam proyek konstruksi, balok sloof termasuk elemen penting untuk pembuatan pondasi bangunan. 

Fondasi sendiri menjadi dasar dan penopang dari seluruh bangunan. Maka sebagai bagian penyusunnya, sloof ikut mempengaruhi tingkat kekuatan serta stabilitas bangunan. 

Mari simak lebih lanjut untuk mengenal pengertian, fungsi, dan jenis sloof.

Apa itu Balok Sloof?

Balok sloof dikenal juga dengan sebutan balok alas. Sloof merupakan elemen struktural horizontal yang terletak pada bagian atas fondasi. 

Dengan kata lain, balok sloof adalah elemen yang menghubungkan pondasi dan dinding. Biasanya, sloof memiliki ukuran lebih besar daripada dinding bangunan.

Fungsinya yaitu untuk mendistribusikan beban dari dinding ke pondasi atau lantai yang terdapat pada bagian bawah bangunan.

Sloof bisa terbuat dari berbagai jenis material, seperti baja, beton, beton bertulang, atau kayu. Pemilihan material sloof tergantung pada kebutuhan dan rancangan struktur bangunan.

Baca Juga: Jangan Abaikan! Ini 6 Tanda Rumah Perlu Direnovasi

Jenis-jenis Balok Sloof

Terdapat beberapa jenis sloof yang berbeda dalam konstruksi bangunan. Masing-masing memiliki fungsi dan kelebihan tersendiri. Berikut jenis-jenis sloof yang umum:

1. Sloof Beton Bertulang

Seperti namanya, jenis sloof ini terbuat dari bahan beton bertulang. Jenis ini umum digunakan pada bagian atas pondasi bangunan satu atap, seperti rumah bertingkat dan gedung.

Biasanya, sloof ini menjadi penyokong bangunan yang pondasinya terbuat dari batu kali. Ukuran balok sloof beton bertulang lebih dari 15-20 cm.

2. Sloof Batu Bata

Jenis sloof ini memiliki sebutan lain, yaitu rolag. Pembuatan sloof ini menggunakan material batu bata dengan penyusunan melintang. Untuk memperkuat strukturnya, sloof ini dilengkapi dengan pengikat.

Pengikat sloof batu bata disebut sebagai adukan pasangan. Adukan ini terbuat dari campuran semen dan pasir dengan perbandingan presisi 1:4.

Karena sifat batu bata yang lembab, sloof ini memiliki kekurangan yaitu tidak mampu mendistribusikan beban dengan sempurna.

3. Sloof Kayu

Sloof kayu umum Anda jumpai pada konstruksi rumah tradisional yang menggunakan kayu sebagai material utama. Sebagai contoh, rumah panggung.

Struktur sloof kayu umumnya memerlukan adanya balok pengapit. Namun, balok pengapit tidak diperlukan jika penempatan sloof adalah pada bagian atas area pondasi lajur dari material batu atau beton.

Dalam konstruksi tersebut, sebaiknya menggunakan balok tunggal.

4. Sloof Besi

Sloof besi terbuat dari beberapa bahan, yaitu besi, tulangan, dan cincin. Kombinasi bahan-bahan tersebut harus menggunakan komposisi yang tepat. Sehingga proses pembuatannya cenderung lebih tricky daripada jenis yang lain.

Namun, dari segi kekokohan, sloof besi menawarkan performa yang lebih unggul.

Baca Juga: Tembok Lembab dan Berkeringat? Ini Cara Mengatasinya

Fungsi Balok Sloof

Balok sloof memiliki peran krusial dalam konstruksi suatu bangunan. Berikut berbagai fungsinya:

1. Mendistribuskan Beban

Salah satu fungsi utama sloof yaitu untuk mendistribusikan beban bangunan ke pondasi yang terdapat pada bagian bawah. 

Fungsi ini membantu menghindari adanya tekanan yang lebih tinggi pada titik-titik tertentu.

Tekanan berlebihan pada titik tertentu bangunan bisa mengarah ke risiko kerusakan atau penurunan struktural.

2. Memberikan Stabilitas

Fungsi yang kedua yaitu untuk memberikan stabilitas serta kekuatan struktural bagi bangunan. 

Bangunan yang tidak memiliki elemen sloof berpotensi mengalami kegagalan struktural. Hal ini terjadi karena dinding dan balok kemungkinan tidak akan cukup kuat untuk menahan beban.

3. Menghubungkan Dinding dan Lantai

Balok sloof

Elemen sloof juga menjadi penghubung antara dinding dengan bagian lantai atau pondasi. 

Bukan sekedar menghubungkan, sloof membantu memastikan bahwa dinding dan lantai bekerjasama dengan baik. Sehingga dapat mempertahankan kekokohan bangunan.

4. Sebagai Pembebanan Lateral

Sloof tidak hanya bermanfaat untuk menahan beban vertikal saja. Namun juga bisa menyokong beban lateral pada bangunan, contohnya angin dan gempa bumi.

Meskipun kadang tidak diperhatikan, beban lateral ikut mempengaruhi ketahanan bangunan. Sehingga mempertimbangkannya selama merancang sloof bisa membantu meningkatkan kestabilan bangunan.

5. Membantu Pengendalian Pergerakan

Sloof juga berperan dalam mengendalikan pergerakan lateral dinding. Fungsi ini terutama berperan penting saat ada tekanan angin kuat yang menerpa bangunan. Demikian juga saat terjadi gempa bumi.

Baca Juga: Cara Menghitung Biaya Renovasi Rumah yang Pas Budget

Cara Membuat Balok Sloof

Mengingat perannya yang penting, pembuatan struktur sloof membutuhkan ketelitian tinggi. Proses pembuatan sloof terdiri dari beberapa tahap berikut:

1. Pembuatan Anyaman Sloof

Pembuatan struktur kolom dan sloof berlangsung setelah pengecoran pondasi selesai. Namun, pertama-tama, Anda perlu membuat anyaman sloof terlebih dahulu.

Anyaman ini dibuat di atas pondasi supaya besi dapat langsung masuk ke tiang kolom. Pembuatan anyaman biasanya menggunakan besi ukuran 8 mm atau lebih.

Apabila ingin mendapatkan sloof dengan struktur lebih kuat, maka Anda bisa memiliki besi yang berukuran lebih besar.

2. Menyiapkan Papan Bekisting

Langkah selanjutnya yaitu mempersiapkan papan bekisting yang berfungsi sebagai sanggahan sloof. 

Umumnya, pembuatan sloof memerlukan dua papan bekisting serta kayu kaso yang disatukan. 

Adapun ukuran lebar papan bisa Anda sesuaikan dengan ukuran sloof atau bata yang nantinya dimasukkan.

Setelah jadi, tempatkan papan pada bagian atas pondasi mengelilingi anyaman besi. Anda bisa menggunakan kayu kaso untuk membantu mengatur posisi papan bekisting agar lebih stabil.

3. Pengecoran Sloof

Tahap selanjutnya yaitu pengecoran menggunakan adukan cor beton. Adukan tersebut terdiri dari semen, pasir, dan kerikil dengan perbandingan 1:2:3.

Pembuatan adukan melibatkan penambahan air agar semua bahan tercampur secara merata. 

Adukan juga harus cukup encer supaya semua celah sloof terisi dengan sempurna dan menghasilkan permukaan yang halus.

Setelah adukan siap, masukkan ke bagian dalam papan bekisting. Kemudian ketuk-ketuk bagian luar papan dengan palu untuk mengisi seluruh celah. Supaya isian cor lebih rata, Anda bisa menusuk-nusuk cor menggunakan besi. 

Biarkan sloof selama 1 hingga 3 hari agar mengering dengan baik. Setelah tiga hari, buka papan bekisting.

Tips Memilih Material untuk Sloof

Kualitas material berpengaruh signifikan terhadap hasil akhir struktur sloof. Ikuti tips berikut untuk menghasilkan sloof yang kokoh:

  • Pilih semen yang berkualitas unggul untuk menghasilkan campuran yang lebih padat.
  • Gunakan pasir yang bagus dan bebas dari kandungan lumpur dan kotoran. Adanya kotoran pada pasir bisa mengurangi daya rekat beton.
  • Kerikil untuk sloof sebaiknya memiliki ukuran yang seragam dan tidak terlalu besar.
  • Air untuk membuat adukan sebaiknya berupa air bersih agar tidak mengandung kotoran
  • Pilih besi berstandar SNI untuk tulangan sloof agar menghasilkan struktur dengan daya tahan tinggi.

Exhibition Material Konstruksi Inovatif Paling Ditunggu-tunggu

Untuk menghasilkan balok sloof dengan daya tahan tinggi, sangat penting memilih material berkualitas unggul.

Megabuild Indonesia akan kembali menggelar Exhibition bahan konstruksi, desain, dan arsitektur inovatif. Event ini selalu ditunggu-tunggu oleh ribuan visitor yang berasal dari berbagai kalangan.

Exhibition Megabuild Indonesia juga menjadi kesempatan emas untuk memperkenalkan produk dan karya inovatif Anda. Booking space sekarang juga untuk berpartisipasi dalam event akbar ini.

Ikuti terus update kabar event dengan follow IG Megabuild dan LinkedIn Megabuild Indonesia.

arsitektur
Share this post