Sekilas, panel surya yang digunakan di banyak rumah modern tampak sama. Namun, di balik tampilan yang serupa, ada beragam jenis-jenis panel surya dengan karakteristik berbeda yang perlu Anda pilih sesuai kebutuhan.
Pemilihannya bisa berdasarkan tinggi besarnya kebutuhan listrik rumahan atau jenis perawatannya. Untuk itu, memahami jenisnya satu per satu dan seperti apa kelebihannya sangat penting.
Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari apa saja pilihan jenis panel surya yang bagus untuk rumah. Yuk, baca terus!
Sekilas tentang Panel Surya dan Cara Kerjanya
Panel surya merupakan teknologi terbaru yang merupakan alat dengan sel-sel fotovoltaik. Teknologi ini bekerja mengubah sinar matahari menjadi energi listrik.
Cara kerjanya cukup sederhana, mengacu pada sistem fotovoltaik, yaitu material semikonduktor kan menghasilkan aliran listrik ketika terkena sinar matahari. Setiap sel di dalam panel akan menghasilkan arus listrik berskala kecil.
Namun, sel yang telah digabungkan dapat menghasilkan daya listrik cukup besar, bahkan untuk memenuhi kebutuhan energi setiap rumah. Dengan sistem inilah, panel surya menjadi teknologi listrik yang ramah lingkungan.
Baca Juga: Jenis-Jenis Atap Rumah dan Rincian Biaya yang Lengkap
5 Jenis-Jenis Panel Surya yang Cocok untuk Hunian
Kehadiran panel surya mampu mengurangi jejak emisi karbon, sehingga tidak heran jika banyak orang semakin tertarik menggunakannya. Sebelum menggunakan panel surya, Anda yang tertarik bisa mengenali jenis-jenisnya berikut:
1. Polycrystalline Silikon
Sel surya yang bekerja mengubah cahaya menjadi listrik biasanya terbuat dari bahan semikonduktor seperti silikon. Salah satu jenis yang cukup terkenal adalah panel surya polycrystalline.
Setiap silikon dalam panel surya ini dipotong kemudian mengalami peleburan bersama.
Karena itu, polycrystalline memiliki struktur kristal yang lebih acak tapi tetap memiliki susunan yang rapat.
Ciri utama dari polycrystalline adalah tampilan fisiknya cenderung unik. Jika Anda memperhatikan lebih dekat akan terlihat retakan-retakan kecil di dalam sel surya yang merupakan kristal silikon.
Polycrystalline merupakan jenis panel surya yang tertua dan menawarkan berbagai kelebihan, seperti:
- Tersedia dalam harga yang terjangkau, sehingga cocok untuk rumah kecil.
- Memiliki usia pakai yang cukup panjang, yaitu 25-30 tahun.
- Panel surya polycrystalline juga termasuk ramah lingkungan dari segi produksinya.
Baca Juga: Rumah Modular: Solusi Hunian Masa Kini yang Praktis dan Efisien
2. Monokristalin Silikon
Saat ini, panel surya yang justru banyak digunakan adalah monokristalin. Sel surya di dalamnya berupa silikon murni yang telah diiris tipis dengan mesin khusus, sehingga tampak lebih rapi.
Dari segi efisiensi penyerapan sinar matahari dan menghasilkan listrik, panel surya monokristalin paling efektif.
Itu karena strukturnya yang teratur, membuatnya mampu menyerap lebih banyak sinar matahari dan memproduksi listrik cukup besar.
Hanya saja, jika Anda membandingkan dari segi biaya, monokristalin akan lebih tinggi dari polycrystalline. Meskipun begitu, Anda akan merasakan beberapa kelebihannya:
- Tampilannya yang sleek, membuat kesan rumah modern.
- Memiliki usia pakai panjang, mulai dari 30-40 tahun.
- Mudah didapatkan, karena produksinya saat ini cukup tinggi di berbagai daerah.
3. Thin Film Solar Cel
Sesuai dengan namanya, panel surya thin film memiliki material fotovoltaik yang sangat tipis. Bahan pembuatnya yang paling umum adalah cadmium telluride (CdTe).
Pabrikan panel surya biasanya akan menempatkan CdTe ini pada lapisan konduktor transparan, baik itu kaca, plastik, hingga logam. Tujuannya agar bisa menangkap sinar matahari.
Selain CdTe, thin film juga bisa menggunakan silikon amorf (a-Si) yang mirip dengan bahan monokristalin. Namun, jenisnya adalah silikon non kristal, sehingga hasilnya sangatlah tipis.
Bahan lainnya juga bisa berupa Copper Indium Gallium Selenide (CIGS). Bahan ini memiliki dua lapisan konduktif dan elektroda yang ada di bagian depan dan belakang.
Jika menggunakan thin film, Anda akan mendapatkan beberapa kelebihan berikut:
- Bisa digunakan pada permukaan yang tidak rata karena karakternya yang tipis.
- Harganya relatif lebih murah bahkan dari polikristalin.
- Memiliki jangka pemakaian lumayan panjang yaitu 10-20 tahun.
4. Transparent Solar Panel
Termasuk jenis solar panel yang cukup baru, menawarkan tampilan menarik dari kesan transparannya.
Beberapa modelnya ada yang memiliki tampilan semi transparan, yaitu transparansi sekitar 40-50%.
Solar panel transparan, biasanya menggunakan bahan luminescent solar concentrator (TLSC). Bahan ini berbentuk kecil kemudian disusun menjadi bentuk panel surya.
Lebih cocok untuk rumah besar yang dominan dari dinding kaca, sehingga solar panel transparan dapat dipasang pada dinding tersebut.
Selain rumah, solar panel jenis ini juga banyak digunakan pada gedung dengan struktur dinding kaca.
Adapun kelebihan yang tersedia antara lain:
- Memiliki usia pakai cukup panjang yaitu sekitar 25-35 tahun.
- Memiliki tampilan estetik dan pemasangannya memaksimalkan arsitektural.
- Termasuk jenis panel surya yang ramah lingkungan.
Baca Juga: 5 Smart Door Lock Terbaik untuk Rumah yang Lebih Aman
5. Solar Tiles
Dari jenis-jenis panel surya, tipe ini adalah jenis yang memiliki bentuk paling unik yaitu menyerupai genteng. Bentuknya yang mirip dengan genteng membuat rumah tampil sangat indah.
Dari segi bahan, solar tiles biasanya menggunakan material mirip dengan monokristalin.
Dengan begitu, efektif menyerap sinar matahari untuk diubah menjadi listrik dan memiliki kelebihan lain, seperti:
- Menawarkan tampilan estetik pada hunian.
- Memiliki usia pakai 25-30 tahun.
- Pemasangannya rapat sehingga mencegah burung bersarang.
Tips Memilih Jenis Panel untuk Rumah yang Tepat

Setelah mengenali apa saja jenis jenis panel surya, sekarang saatnya Anda untuk memilihnya. Supaya tidak salah pilih, Anda bisa memperhatikan tips berikut:
1. Kenali Jumlah Energi yang Rumah Butuhkan
Setiap jenis-jenis panel surya memiliki efisiensi konversi yang berbeda. Anda bisa menyesuaikan konversi ini dengan jumlah energi yang rumah Anda perlukan.
Karena semakin banyak listrik yang Anda perlukan, maka pilih panel surya yang punya tingkat konversi tinggi. Seperti monokristalin dan polikristalin yang cukup menjanjikan.
2. Memastikan Sertifikasi dan Jaminan Standar Kualitas
Jenis panel surya terbaik bisa Anda dapatkan dengan adanya jaminan standar kualitas dari pabrikan. Anda perlu tahu seperti apa standar kualitasnya sekaligus sertifikasi yang tersedia.
Panel surya haruslah memenuhi standar nasional Indonesia untuk memastikan pemakaiannya aman.
3. Cek Garansi dan Customer Service
Selanjutnya, Anda perlu memilih panel surya yang memiliki garansi mengingat pemakaiannya adalah puluhan tahun.
Cek apakah customer service yang tersedia responsif dan menawarkan garansi cukup lama.
4. Membandingkan Harga
Tidak kalah penting, Anda juga perlu membandingkan harga dari setiap jenis panel surya dan juga pabrikannya. Pilih yang sesuai dengan anggaran Anda dan menawarkan perawatan mudah.
Temukan Potensial Klien untuk Bisnis Panel Surya Anda!
Dengan berbagai jenis-jenis panel surya yang tersedia, setiap orang memiliki pilihan yang cukup luas. Pemilihannya bisa menyesuaikan kebutuhan dan tentunya anggaran.
Jika Anda memiliki produk panel surya berkualitas tinggi, memamerkannya di ajang Megabuild Indonesia yang berbarengan dengan Keramika Indonesia dan Megaproperty Expo, bisa jadi solusi untuk menjangkau pasar luas.
Anda bisa bertemu klien potensial, melakukan lobbying, dan meningkatkan angka penjualan. Masih ada kesempatan untuk booking spot pameran Anda di Megabuild Indonesia sekarang.
Agar tidak ketinggalan informasi terbaru, Anda juga perlu mengikuti Instagram Megabuild dan LinkedIn Megabuild!




















