Investasi properti adalah aktivitas penanaman modal pada aset berupa tanah atau bangunan guna memperoleh keuntungan di masa mendatang. Keuntungan investasi properti ini berasal dari kegiatan penyewaan atau penjualan kembali aset tersebut.
Banyak investor yang menganggap properti sebagai aset stabil yang nilainya cenderung meningkat dari tahun ke tahun sehingga cocok sebagai pilihan investasi jangka panjang.
Supaya mendapat keuntungan optimal, pastikan pilih properti yang layak investasi seperti bertempat pada lokasi strategis, pihak developer terpercaya, dan harga pasar yang masuk akal.
Baca Juga: Takut Ditipu Oknum? Ini Tips Pilih Kontraktor Rumah yang Tepat
Jenis-Jenis Investasi Properti
Sebelum memutuskan menanamkan modal pada aset properti, ketahui terlebih dahulu beberapa jenis investasi yang umum dipilih investor. Setiap jenis memiliki karakteristik dan potensi keuntungan yang berbeda.
1. Kebutuhan Komersial
Properti komersial bukan dalam bentuk rumah hunian, melainkan bangunan yang digunakan untuk aktivitas bisnis.
Tujuan investasi properti ini adalah memperoleh pendapatan pasif dari hasil sewa maupun peningkatan nilai properti.
Contohnya meliputi ruko, gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, perhotelan, gudang, swalayan, dan lain sebagainya.
Jenis ini umumnya menawarkan imbal hasil keuntungan yang tinggi, tetapi modal dan biaya pemeliharaannya juga relatif besar.
2. Tempat Tinggal/Hunian
Jenis investasi properti berikutnya adalah sebagai tempat tinggal. Seperti namanya, properti di sini berfungsi sebagai hunian seperti asrama, apartemen, kos-kosan, villa, maupun perumahan.
Properti jenis ini termasuk paling populer karena peminatnya banyak, terutama di kawasan kota besar yang dekat dengan institusi pendidikan atau industri.
Pasalnya, mahasiswa tentu akan memilih hunian yang dekat dengan kampus. Begitu pula dengan pegawai yang ingin dekat pusat transportasi atau perkantoran.
Jadi, selama lokasi properti strategis, potensi hunian tersebut kosong akan rendah.
Baca Juga: Rumah Modular: Solusi Hunian Masa Kini yang Praktis dan Efisien
3. Tanah
Selain bangunan, investasi properti juga bisa dalam bentuk tanah. Tanah adalah aset yang menguntungkan karena tidak memerlukan biaya perawatan besar. Keuntungan diperoleh dari kenaikan nilai dalam jangka waktu tertentu.
Namun, investasi tanah membutuhkan kesabaran ekstra karena tidak bisa langsung menghasilkan pendapatan pasif seperti bangunan.
Maka dari itu, pilih tanah yang lokasinya dekat dengan pusat kota, kawasan berkembang, atau area yang rencananya akan menjadi jalur jalan tol. Nilai tanah pada area tersebut cenderung lebih tinggi daripada lainnya.
8 Keuntungan Investasi Properti
Meski biaya investasi properti relatif lebih mahal daripada jenis investasi lainnya, ada alasan kenapa orang-orang masih tertarik menanamkan modal pada aset ini. Simak berbagai manfaat investasi properti berikut ini.
1. Tingkat Risiko Rendah
Daripada investasi saham yang pergerakannya sensitif, harga properti cenderung lebih stabil.
Pergerakan nilainya tidak perlu dipantau secara harian, melainkan dalam jangka waktu yang lebih panjang.
Stabilitas ini membuat properti sebagai instrumen investasi yang tingkat risikonya rendah.
Apalagi, capital gain properti berpotensi naik dari waktu ke waktu, beda seperti instrumen pasar modal yang sensitif terhadap sentimen ekonomi dan politik.
2. Pendapatan Pasif
Keuntungan investasi properti berikutnya adalah sumber pendapatan pasif secara rutin dari kegiatan menyewakan properti.
Dengan begitu, properti tidak menganggur kosong tanpa penghuni karena bisa disewakan ke pihak ketiga.
Sebagai contoh, apartemen, ruko, atau gudang bisa menjadi ladang cuan tanpa harus pemilik jual terlebih dahulu.
Pendapatan pasif ini menjadi sumber tambahan penghasilan yang bagus untuk dana pensiun atau tabungan di masa tua nanti.
3. Tahan dari Inflasi
-lg.jpg?v=1773066265)
Inflasi adalah kondisi ketika barang dan jasa mengalami kenaikan harga. Sebagai aset fisik, properti cenderung lebih stabil dan tidak mudah terpengaruh naik turunnya ekonomi.
Ketika inflasi terjadi, nilai properti umumnya ikut bertahan atau meningkat sehingga dapat memberi keuntungan tambahan pada properti sewaan yang harga sewanya ikut naik.
Selain itu, aset properti dapat melindungi penurunan nilai uang saat inflasi daripada menyimpan uang secara tunai di tabungan.
4. Nilai Aset yang Cenderung Naik
Salah satu kelebihan investasi properti adalah potensi kenaikan nilai aset (capital gain).
Apalagi, jika properti tersebut berada di kawasan strategis dan terus berkembang seperti pusat kota, kampus, atau infrastruktur baru.
Bukan hanya itu, permintaan pasar yang terus ada terhadap hunian maupun properti komersial juga mendorong kenaikan nilai tersebut.
5. Bisa Menjadi Jaminan
Properti bisa bermanfaat sebagai jaminan atau agunan ketika pemilik butuh untuk mengajukan pinjaman dana ke bank atau lembaga keuangan.
Apalagi, jika nominal pinjaman yang dibutuhkan besar, bank pastinya membutuhkan jaminan yang menjanjikan.
Untungnya, nilai properti yang jelas dan bersifat fisik membuatnya memiliki kredibilitas tinggi sebagai jaminan.
Dengan cara ini, tidak perlu sampai menjual aset properti untuk mendapatkan dana. Sebab, properti bukan termasuk instrumen yang likuid sehingga butuh waktu untuk menemukan pembeli. Jadi, jika butuh uang mendadak, lebih baik menggunakannya sebagai jaminan.
6. Diversifikasi Portofolio
Bagi investor, salah satu cara untuk meminimalisir risiko investasi adalah dengan diversifikasi portofolio.
Alih-alih menyimpan dana pada satu jenis aset, sebaiknya menebar jaring ke berbagai instrumen lainnya agar imbal hasilnya terjaga.
Apabila sebelumnya sudah menanamkan modal di saham, obligasi, atau reksadana, berinvestasi ke properti bisa memberikan variasi pendapatan.
Selain itu, diversifikasi juga bisa dilakukan dalam sektor properti itu sendiri. Misalnya, memiliki berbagai jenis investasi properti, untuk kebutuhan komersial maupun hunian.
Baca Juga: Arsitektur Pasif, Konsep Rumah Modern Hemat Energi
7. Cocok untuk Investasi Jangka Panjang
Properti sebagai salah satu aset investasi jangka panjang, cocok untuk investor yang ingin menjaga nilai uang, mendapatkan pendapatan pasif setiap bulan, atau mewariskannya ke generasi berikutnya.
Instrumen ini dapat menjadi fondasi finansial yang kuat dan stabil di masa mendatang setelah beberapa tahun kepemilikan.
8. Pemilik Memegang Kendali Penuh
Keuntungan investasi properti berikutnya adalah pemilik memegang kendali penuh. Mulai dari memilih lokasi, menentukan jenis properti, hingga memutuskan cara mengelolanya, semua keputusan ada di tangan pemilik.
Fleksibilitas ini memungkinkan pemilik properti untuk terlibat secara aktif dalam mengambil keputusan properti yang akan berdampak pada pertumbuhan portofolio investasi.
Ikuti Pameran Properti Terbesar di Indonesia
Melihat berbagai keuntungan investasi properti di atas menunjukkan minat masyarakat terhadap properti masih terus berkembang.
Bagi developer properti yang ingin promosi tetap sasaran, daftar jadi exhibitor di Megaproperty Expo yang merupakan bagian dari Megabuild Indonesia.
Sebagai exhibitor, developer properti perumahan, komersial, maupun industri bisa memanfaatkan ajang ini sebagai cara memamerkan proyek properti dan bertemu calon investor potensial. Banyak diantara mereka aktif mencari solusi properti.
Selain itu, Anda juga bisa bertemu developer, investor, agen real estate, konsultan, hingga lembaga keuangan yang turut menjadi peserta pameran ini. Hal ini bisa menjadi kesempatan yang bagus untuk membangun kemitraan strategis.
Informasi lebih update terkait Megaproperty Expo bisa Anda pantau melalui website, media sosial Instagram dan LinkedIn Megabuild Indonesia. Yuk, daftar jadi exhibitor sekarang!





















