arsitektur

Arsitektur Pasif, Konsep Rumah Modern Hemat Energi

Megabuild Indonesia
Posted 16 days ago5 mins read
Konsep rumah pasif memungkinkan penghuni bisa hemat tagihan listrik hingga 90%. Yuk, kenali apa itu rumah pasif dan karakteristiknya.
Arsitektur Pasif, Konsep Rumah Modern Hemat Energi

Salah satu konsep pelopor untuk rumah ramah lingkungan yaitu rumah pasif. Konsep hunian ini menawarkan penghematan energi listrik yang signifikan. Pasalnya, rumah pasif banyak mengadopsi pemanfaatan sumber energi alami.

Meskipun masih tergolong asing bagi orang Indonesia, konsep ini telah banyak diterapkan di berbagai negara Eropa. Selain hemat listrik, konsep rumah ini juga dirancang untuk memberikan kenyamanan optimal bagi penghuni.

Mari kenali lebih lanjut mengenai konsep rumah pasif dan keunggulannya.

Apa itu Rumah Pasif?

Rumah pasif merupakan standar desain yang menghasilkan bangunan yang sehat, nyaman, dan efisien. Konsep rumah ini dikenal juga sebagai passivhaus.

Desain rumah pasif menggunakan pemanfaatan berbagai pengaruh pasif lingkungan pada bangunan rumah, seperti ventilasi, pencahayaan sinar matahari, dan naungan.

Desain hunian dalam konsep ini mampu meminimalisir penggunaan sistem pendinginan aktif seperti AC yang bergantung pada energi listrik. 

Mengutip dari Your Home, rumah pasif menggunakan pendekatan ‘fabric first’, yang mana desain hunian berfokus untuk memastikan insulasi termal teroptimasi untuk menghasilkan ruang indoor yang sehat dan nyaman.

Perpaduan antara desain ramah lingkungan dan insulasi tingkat tinggi, memungkinkan passivhaus dapat menghemat energi listrik hingga 90% dibandingkan rumah biasa.

Sejarah Rumah Pasif

Kendati terdengar baru di Indonesia, konsep rumah yang berasal dari Jerman ini sudah lama berkembang. 

Menilik dari sejarahnya, pengembangan konsep berawal dari riset yang bertujuan menciptakan hunian nyaman tanpa bergantung pada sumber energi listrik. 

Pembangunan rumah pasif secara resmi pertama kali dilakukan oleh Dr Wolfgang Feist dan Dr Bo Adamson di Darmstadt, Jerman, pada 1991. 

Keluarga Dr Feist menempati rumah tersebut selama bertahun-tahun untuk mencari tahu berapa lama masa pakai rumah pasif.

Dr Feist melakukan pemantauan dan pengumpulan data selama menghuni rumah tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa rumah masih berfungsi dengan baik bahkan setelah hampir 30 tahun.

Hal tersebut membuktikan bahwa konsep rumah ramah lingkungan ini memiliki durabilitas yang sama bagusnya dengan desain rumah standar.

Karakteristik Rumah Pasif

Konsep passivhaus memiliki beberapa karakteristik utama yang membedakan dari konsep hunian pada umumnya, sebagai berikut:

1. Efisiensi Energi

Karakteristik yang pertama yaitu tingkat efisiensi energi yang sangat tinggi. Pembangunan rumah memprioritaskan pemanfaatan sumber daya terbarukan untuk menekan penggunaan listrik. 

Desain rumah mencakup sistem ventilasi cerdas yang mampu memastikan sirkulasi udara sehat dan kenyamanan optimal dalam ruangan. 

Rumah pasif biasanya juga menggunakan panel surya untuk menyediakan sumber energi listrik.

2. Pencahayaan Alami

Selain menggunakan desain khusus, pembangunan rumah juga mempertimbangkan lokasi dan orientasi rumah. 

Untuk mendapatkan pencahayaan alami yang memadai, rumah perlu berada pada lokasi yang terkena sinar matahari.

Desain passivhaus seringkali melibatkan penempatan jendela besar pada sisi selatan rumah untuk mendapatkan pencahayaan alami secara maksimal.

3. Penggunaan Material Alami

Passivhaus juga mengutamakan penggunaan material bangunan alami yang ramah lingkungan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi jejak karbon dan dampak merusak pada lingkungan.

Biasanya, desain hunian menggunakan material alami dengan insulasi panas yang baik, seperti kayu atau bambu.

Keunggulan Rumah Pasif

Hunian dengan konsep passivhaus menawarkan banyak keunggulan yang bermanfaat bagi penghuni sekaligus lebih ramah lingkungan. Berikut beberapa keunggulan passivhaus:

1. Lebih Hemat Tagihan Listrik

Keunggulan utama rumah pasif adalah menekan ketergantungan penggunaan energi listrik. 

Hal tersebut karena desain rumah mampu menyediakan sumber pencahayaan, sirkulasi, dan pengaturan suhu ruangan untuk kenyamanan optimal. Dengan begitu, penghuni tidak perlu terlalu sering menyalakan lampu dan AC.

2. Pencahayaan dan Sirkulasi Lebih Sehat

Passivhaus juga mampu menciptakan lingkungan hunian yang lebih sehat dengan sumber pencahayaan alami dan ventilasi cerdas. 

Konsep rumah ini memungkinkan ruangan indoor mendapatkan udara segar sepanjang hari.

3. Bangunan Lebih Kedap Udara

rumah pasif

Kebisingan dari hiruk pikuk perkotaan juga dapat Anda minimalisir dengan desain passivhaus. 

Konsep rumah ini mengusung desain ruangan kedap udara. Sehingga suara bising dari lingkungan tidak mengganggu kenyamanan dalam rumah.

4. Durabilitas Tinggi

Meskipun banyak menggunakan material alami, passivhaus memiliki standar tersendiri. Sehingga konstruksi rumah menghasilkan bangunan yang kokoh dan tahan lama. Berkat itu, rumah dapat bertahan hingga 30-50 tahun.

5. Perawatan yang Ringan

Satu lagi keunggulan passivhaus, yaitu perawatannya lebih mudah. Sistem ventilasi cerdas pada rumah ini sudah dilengkapi dengan penyaringan debu. Alhasil, bagian dalam rumah tidak perlu Anda bersihkan terlalu sering.

Tips Membangun Rumah Pasif

Pembangunan passivhaus bertujuan untuk menciptakan lingkungan indoor yang nyaman secara alami. Untuk mewujudkannya, berikut beberapa hal utama yang perlu Anda perhatikan:

1. Tingkat Insulasi Termal yang Memadai

Arti rumah pasif yaitu rumah yang memaksimalkan pengaruh pasif lingkungan. Salah satu pengaruh lingkungan yang wajib Anda perhatikan adalah cuaca.

Untuk menciptakan lingkungan indoor yang nyaman, desain rumah perlu memiliki tingkat insulasi termal yang memadai. 

Dengan begitu, rumah mampu mengontrol suhu indoor tetap dalam rentang yang nyaman, sekitar 20 sampai 25 derajat celcius.

2. Desain untuk Mengurangi Thermal Bridges

Selain insulasi secara keseluruhan, passivhaus idealnya juga memperhatikan thermal bridges. Istilah tersebut merujuk pada titik pertemuan antara suhu panas dan dingin dari bagian dalam rumah ke bagian luar atau sebaliknya.

Desain passivhaus perlu meminimalisir thermal bridges untuk menghindari perubahan suhu ekstrem. Sehingga ruangan dapat terasa nyaman meskipun cuaca berubah-ubah sepanjang tahun.

3. Ruangan Kedap Udara

Rumah pasif juga harus bersifat kedap udara. Karakteristik ini penting untuk mengontrol kualitas udara indoor dan perpindahan uap air. 

Dengan demikian, desain rumah dapat menghindari masuknya polutan dan risiko kerusakan akibat kelembaban berlebihan.

4. Performa Jendela dan Pintu

Jendela dan pintu pada passivhaus harus memiliki performa tinggi. Ukuran dan penempatannya pun perlu pertimbangan matang-matang. 

Tujuannya yaitu untuk mendapatkan pencahayaan dan sirkulasi untuk kenyamanan terbaik.

5. Mekanisme Ventilasi Cerdas

Sistem ventilasi dalam rumah pasif juga termasuk faktor krusial. Hal ini karena ventilasi memegang peran utama untuk menyediakan udara segar bagi penghuni rumah. 

Biasanya, desain rumah pasif menggunakan sistem ventilasi sederhana yang dilengkapi dengan heat recovery. 

Sistem ini melibatkan penggunaan kipas yang menyalurkan udara melalui heat exchanger.

Alasan penggunaan sistem tersebut karena sistem ventilasi alami terkadang kurang memadai, misalnya saat tidak ada angin.

Exhibition Terbesar Inovasi Desain dan Konstruksi Ramah Lingkungan

Berkat segudang manfaatnya, banyak orang Indonesia mulai memilih desain rumah pasif saat membangun hunian. Selain konsep passivhaus, berbagai konsep rumah inovatif dan ramah lingkungan juga makin banyak dicari.

Megabuild Indonesia akan kembali menggelar Exhibition terbesar untuk menampilkan berbagai inovasi terbaru dalam arsitektur, desain, dan konstruksi. 

Exhibition ini membuka kesempatan untuk memperkenalkan ide dan produk inovatif ke ribuan visitor. Yuk, daftar sekarang untuk berpartisipasi dalam Megabuild Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi IG Megabuild Indonesia. Anda juga bisa mengikuti kabar terbaru melalui LinkedIn Megabuild.

 

arsitektur
Share this post