Building Material

Produksi Baja Nasional Turun 2,9 Persen dari Tahun Sebelumnya

Berdasarkan data Worldsteel Association yang dirilis akhir Januari 2021, produksi baja Indonesia 2021 berada di posisi ke-19 dunia.

Produksi Baja Nasional Turun 2,9 Persen dari Tahun Sebelumnya Produksi Baja Nasional Turun 2,9 Persen dari Tahun Sebelumnya

Tahun lalu, produksi baja kasar nasional menurun 2,9 persen. Semula di 2020 produksi baja kasar nasional mencapai 12,9 juta ton, namun kemarin di 2021 menjadi 12,5 juta ton.

Berdasarkan data Worldsteel Association yang dirilis akhir Januari 2021, produksi baja Indonesia 2021 berada di posisi ke-19 dunia yang artinya Indonesia berada di bawah sejumlah negara seperti Kanada (12,8 juta ton), Prancis (13,9 juta ton), dan Spanyol (14 juta ton).

Selain itu, total produksi baja kasar dunia pada tahun lalu tercatat sebesar 1.950,5 juta ton yang berarti naik 3,7 persen dari tahun 2020 yang berada di angka 1.880,4 juta ton.

Dari keseluruhan data yang ada, terdapat 64 negara yang melaporkan data produksinya ke Worldsteel. Dari 64 negara tersebut, semuanya berkontribusi sekitar 98 persen dari total produksi baja dunia pada 2020.

Di sisi lain, dari 64 negara tersebut ada pula 10 negara produsen baja terbesar dunia pada tahun lalu, yakni Cina (1.032,8 juta ton), India (118,1 juta ton), Jepang (96,3 juta ton), Amerika Serikat (86 juta ton), dan Rusia (76 juta ton) yang selanjutnya diikuti oleh Korea Selatan (70,6 juta ton), Turki (40,4 juta ton), Jerman (40,1 juta ton), Brasil (36 juta ton), dan Iran (28,5 juta ton).

Menurut data Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), kapasitas produksi baja dunia pada 2020 mencapai 2.452,7 juta ton. Kapasitas tersebut digambarkan akan berkembang menjadi 2.497,7 juta ton sampai 2.566,4 ton pada 2023.

Dari data yang ada, kapasitas terpasang industri baja Indonesia tercatat sebesar 19,6 juta ton pada 2020. Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) memproyeksikan konsumsi baja nasional pada 2022 akan tumbuh 7-8 persen yang berarti menjadi 16,3 juta ton. Proyeksi tersebut mengikuti pertumbuhan konsumsi baja nasional pada semester I/2021 yang dihitung dengan formula apparent steel consumption (ASC). 

Ketahui lebih banyak tentang dunia bahan bangunan di pameran bahan bangunan terlengkap di Indonesia, MegaBuild edisi ke-19, pada 16-19 Juni 2022 di Jakarta Convention Center.

Stay up to date

Instagram: @megabuildindo

Facebook: Megabuild Indonesia

LinkedIn: MegaBuild Indonesia

YouTube: MegaBuild Indonesia

Share this article