Skip to content

Cara Memasang Instalasi Listrik Rumah dan Komponennya

Megabuild Indonesia
Posted 11 hours ago6 mins read
Memasang instalasi listrik rumah tidak bisa sembarangan. Diperlukan komponen dan denah yang optimal agar listrik dapat berfungsi dengan aman. Simak di sini!

Listrik adalah salah satu kebutuhan penting karena memasok energi untuk berbagai macam alat elektronik, seperti mesin cuci, lemari pendingin, dan lampu. Namun, instalasi listrik rumah tidak bisa dipasang sembarangan. 

Instalasi listrik harus dirancang dan dipasang dengan aman agar dapat berfungsi dengan optimal dan mengurangi risiko kebakaran atau korsleting akibat kegagalan sistem. 

Jangan khawatir, artikel ini mengupas tuntas panduan instalasi listrik rumah beserta komponen yang harus disiapkan. Oleh karena itu, simak artikel ini hingga akhir!

Mengapa Instalasi Listrik Rumah Harus Dirancang secara Menyeluruh?

image

Instalasi listrik tidak hanya soal menempatkan stopkontak atau agar alat elektronik dapat menyala. Kamu juga perlu memastikan aspek konsumsi energi, kenyamanan, dan keamanannya. 

Bahkan, pemasangan jalur listrik harus sesuai standar. Di Indonesia, peraturan instalasi listrik dijelaskan pada Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL). 

Merancang instalasi listrik rumah dengan matang juga membantumu menata alat elektronik dengan lebih bijak. Lalu, instalasi yang dirancang dengan matang juga dapat membantumu memanfaatkan teknologi hemat energi dan menghemat energi. 

Standar Instalasi Listrik Rumah dari PLN

PLN, sebagai perusahaan utilitas nasional, memberikan sejumlah standar yang harus dipenuhi, di antaranya:

1. Kapasitas Listrik

Kapasitas listrik hunian di Indonesia beragam, seperti 450 VA, 900 VA, 1.300 VA, dan 2.200 VA. semakin besar kapasitas listrik, semakin besar ampere-nya (khususnya untuk tegangan 220 V dan 380 V). 

2. Jenis dan Ukuran Kabel Listrik

Kamu perlu menggunakan kabel listrik yang sesuai dengan kapasitas listrik. Misalnya, rumah berkapasitas 450 VA dan 900 VA dapat menggunakan kabel berukuran 1,5 mm2. Lalu, rumah dengan kapasitas 1.300 VA dapat menggunakan kabel berukuran 1,5 mm2 atau 2,5 mm2. Kemudian, kabel 2,5 mm2 juga bisa digunakan untuk hunian berkapasitas 2.200 VA.

Lebih lanjut, jenis kabel juga harus dipertimbangkan. Sebagai contoh, jika kamu ingin membangun instalasi listrik bawah tanah, kamu bisa menggunakan kabel NYFGby atau NYY. 

Baca juga: Grounding System Wajib Dipasang? Ini Penjelasannya 

Komponen Instalasi Listrik Rumah

image

Setelah memahami standar instalasi listrik, jangan lupa mencatat komponen utama instalasi. Berikut informasinya:

1. Kabel Listrik

Kabel berfungsi untuk mengalirkan listrik dari panel utama ke beberapa titik listrik dalam hunian. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, jenis dan ukuran kabel harus disesuaikan dengan kapasitas daya listrik. Tidak hanya itu, pastikan kabel memiliki label SNI agar lebih aman. 

2. Miniature Circuit Breaker (MCB)

MCB adalah alat pengaman yang bertugas memutus aliran listrik secara listrik ketika kelebihan beban atau korslet. Alat ini membantu mencegah kebakaran dan kerusakan alat elektronik akibat korsleting. 

3. Grounding System

Sistem ini memanfaatkan tanah untuk menetralkan muatan listrik sehingga dapat mengurangi risiko kerusakan dan sengatan listrik, terlebih jika terjadi lonjakan arus.  

4. Sakelar, Stopkontak, dan Fitting Lampu

Stopkontak berfungsi untuk menyalurkan listrik ke alat elektronik, atau biasanya disebut colokan. Kemudian, sakelar berfungsi untuk memutuskan dan mengalirkan listrik. Lalu, fitting adalah tempat menancapnya lampu di dinding. 

Untuk menghindari korsleting dan kerusakan alat, pastikan kamu menggunakan produk berstandar SNI dan memiliki bahan berkualitas tinggi. 

Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Membuat Instalasi Listrik Rumah

Untuk membuat instalasi listrik rumah, kamu perlu mengetahui beberapa hal di bawah ini:

1. Luas Rumah dan Jumlah Ruangan

Jumlah ruangan dan luas rumah menentukan seberapa panjang kabel yang dibutuhkan. Pastikan kamu merancang jalur listrik secara efisien agar tidak saling tumpang tindih. 

2. Daya Listrik

Kapasitas listrik menentukan seberapa besar daya listrik dan berapa jumlah MCB yang diperlukan. Jika kamu sering menggunakan alat elektronik berdaya tinggi atau menggunakan banyak alat elektronik sekaligus, pertimbangkan untuk memilih daya yang cukup tinggi. 

3. Kebutuhan Stopkontak

Apabila kamu masih awam dengan instalasi listrik rumah dan bingung berapa stopkontak yang harus dipasang, kamu bisa memulai dengan melihat kebutuhan daya listrik alat-alat yang akan digunakan.

Lalu, hitung daya alat yang akan digunakan secara bersamaan, seperti lemari pendingin, televisi, dan mesin penanak nasi. Setelah mendapatkan nilainya, kamu juga perlu melihat kapasitas stopkontak. Kemudian, hitung kapasitasnya dengan mengalikan arus dengan tegangan. Misalnya, arus 16 ampere dengan tegangan 220 volt memiliki kapasitas daya maksimal 3.520 watt (16 x 220).

Untuk keamanan, kamu bisa menambahkan 20–30% margin dari total kapasitas daya tersebut. Misalnya, jika alat elektronik membutuhkan daya 3.000 watt, kamu bisa menambahkan 600 watt menjadi 3.600 watt.

Baca juga: 5 Jenis-Jenis Panel Surya untuk Rumah dan Kelebihannya 

Cara Memasang Instalasi Listrik Rumah

Setelah semua hal sudah siap, kamu bisa mulai memasang instalasi listrik rumah. Berikut adalah tahapannya secara umum:

  1. Membuat denah instalasi: Rancanglah titik lampu, stopkontak, sakelar, dan jalur kabel dari panel utama. Di sini, kamu perlu memerhatikan area basah dan kering (misalnya toilet dan dapur), posisi alat elektronik, dan kebutuhan setiap penghuni. 

  2. Menggunakan komponen listrik berstandar: Pastikan kamu menggunakan komponen berstandar SNI dan berkualitas tinggi agar bisa digunakan secara jangka panjang.

  3. Memasang jalur kabel: Pasang jalur kabel dengan rapi. Agar lebih aman, kamu bisa memasukkannya ke dalam pipa PVC dan menanamnya di plafon, dinding, atau lantai.

  4. Memasang MCB dan panel distribusi: Sambungkan jalur listrik ke MCB dan panel distribusi dengan kencang dan aman. 

  5. Menguji listrik: Setelah terpasang, kamu perlu menguji instalasi listrik. Jika kamu kurang berpengalaman atau membutuhkan masukan, kamu bisa meminta teknisi listrik untuk mengujinya. 

Cari Tahu Lebih Banyak Informasi tentang Konstruksi Rumah di Megabuild Indonesia

Listrik adalah keperluan primer dalam hunian karena memasok energi untuk alat elektronik penting, seperti lampu, pendingin ruangan, penanak nasi, dan lain-lain. Namun, jangan asal menggunakan komponen listrik dan memasangnya! Pastikan kamu memahami instalasi listrik rumah yang benar dan menggunakan produk berkualitas. 

Untuk menambah wawasan soal konstruksi rumah dan bahan bangunan, kamu bisa menghadiri pameran konstruksi, arsitektur, dan bahan bangunan terkemuka di Indonesia, yaitu Megabuild Indonesia!

Megabuild Indonesia menjadi tempat bertemunya arsitek, desainer interior, kontraktor, developer, serta para pelaku industri bangunan untuk berdiskusi, berkonsultasi, dan memperluas pengetahuan mengenai material bangunan.

Sebagai pameran internasional terbesar di Indonesia yang berfokus pada industri bahan bangunan, konstruksi, arsitektur, dan desain interior, Megabuild Indonesia rutin menghadirkan ratusan brand dari dalam maupun luar negeri setiap tahunnya.

Tak hanya memberikan berbagai manfaat bagi pengunjung, Megabuild Indonesia juga membuka peluang bagi perusahaan untuk menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus memperkenalkan produknya kepada target audiens yang relevan.

Dengan berpartisipasi sebagai exhibitor, perusahaan dapat memperluas jaringan bisnis serta membuka kesempatan untuk menjalin kolaborasi dan kerja sama baru. Hal ini didukung oleh tingginya antusiasme pengunjung, dengan puluhan ribu orang menghadiri pameran tersebut setiap tahun.

Jangan lewatkan informasi terbaru dengan mengunjungi situs resmi serta mengikuti akun Instagram dan LinkedIn Megabuild Indonesia.

Baca juga: 10 Desain Rumah Minimalis 2 Lantai, Catat Inspirasinya! 

Share this post