Saat ini, makin banyak orang menyadari pengaruh perubahan iklim sehingga mulai menerapkan gaya hidup berkelanjutan. Tidak hanya berpengaruh pada kehidupan, perubahan iklim juga memengaruhi sektor konstruksi, salah satunya melalui munculnya konsep green building.
Konsep bangunan ini dinilai lebih berkelanjutan dan efisien. Lantas, apa saja prinsip green building dan mengapa desain bangunan ini harus diterapkan di Indonesia? Temukan jawabannya berikut ini.
Mengenal Green Building
Sebelum mempelajari prinsipnya, mari berkenalan dengan konsep green building. Bangunan ini dirancang dan dibangun dengan mengutamakan keberlanjutan lingkungan sepanjang siklus hidupnya, mulai dari proses mendesain hingga merawat bangunan.
Tujuan green building adalah membangun bangunan yang efisien energi, hemat sumber daya, dan nyaman ditinggali. Harapannya, green building dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendukung pelestarian lingkungan.
Baca juga: 11 Bahan Bangunan yang Ramah Lingkungan untuk Rumah Impian
Prinsip Green Building
Green building dibangun atas sejumlah prinsip, di antaranya:
1. Efisiensi Energi
Penggunaan energi dalam green building harus optimal dan efisien. Hal ini dapat dicapai dengan menggunakan alat elektronik hemat energi, memaksimalkan cahaya alami dan sirkulasi udara dari luar, serta memanfaatkan energi terbarukan.
2. Pemanfaatan Air secara Efisien
Selain energi, pemanfaatan air juga diperhatikan dalam green building. Hal ini termasuk penggunaannya yang harus lebih hemat, pengolahan air limbah yang aman bagi kesehatan dan lingkungan, serta penerapan sistem daur ulang air.
3. Pengolahan Limbah
Limbah konstruksi, mulai dari tahap pengerjaan hingga selesai, harus diolah agar terus memiliki nilai guna. Tidak hanya itu, green building juga mendorong pengurangan limbah konstruksi selama masa pengerjaan.
4. Penggunaan Bahan Bangunan Ramah Lingkungan
Prinsip green building selanjutnya adalah penggunaan bahan bangunan ramah lingkungan. Setidaknya, bahan bangunan yang dimanfaatkan tahan lama, dapat didaur ulang, atau berasal dari sumber daya terbarukan atau berkelanjutan. Selain itu, proses distribusinya juga harus rendah emisi.
5. Kualitas Lingkungan yang Sehat
Green building dirancang untuk meningkatkan kualitas lingkungan di dalamnya, seperti pencahayaan dan sirkulasi udara. Jadi, penghuni tidak hanya nyaman, tetapi juga sehat dan produktif.
Mengapa Green Building Penting?
Tahukah kamu? Ternyata, sektor konstruksi menjadi salah satu kontributor emisi karbon dan pemborosan energi. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Cleaner Environmental System menyatakan bahwa sekitar 37% dari emisi karbon tahunan dunia berasal dari aktivitas bangunan dan konstruksi lainnya. Kemudian, 28% dari emisi karbon berasal dari proses operasional gedung dan 9%-nya berasal dari produksi bahan bangunan.
Itulah mengapa diperlukan inovasi yang berkelanjutan dalam sektor konstruksi, seperti green building. Bangunan ramah lingkungan ini memberikan sejumlah manfaat, seperti:
Mengurangi emisi gas rumah kaca.
Menekan konsumsi air.
Meningkatkan efisiensi energi.
Mengoptimalkan biaya operasional dalam jangka panjang.
Mendukung pembangunan berkelanjutan.
Mendukung pelestarian ekosistem.
Memiliki nilai properti yang lebih tinggi.
Menyediakan bangunan yang nyaman, sehat, dan produktif.
Meningkatkan reputasi brand.
Baca juga: Apa Itu Rumah Ramah Lingkungan? Ini Ciri & Tips Membangunnya!
Tantangan Penerapan Green Building
Green building memiliki potensi yang besar dalam mendukung pelestarian lingkungan. Namun, ada beberapa tantangan yang perlu kamu pertimbangkan sebelum mengeksekusi pembangunan green building, yaitu:
Proses konstruksinya harus memenuhi standar yang sesuai.
Membutuhkan biaya investasi awal yang cukup tinggi.
Keterbatasan kompetensi dan pengetahuan teknis tentang green building.
Kurangnya tenaga ahli yang menguasai bidang green building.
Sulitnya menemukan bahan bangunan ramah lingkungan.
Selain itu, green building tidak bisa sembarangan dibangun. Kamu harus mengajukan sertifikasi green building. Sertifikasi ini diberikan setelah memenuhi kriteria utama, seperti efisiensi dan konservasi energi, penggunaan material ramah lingkungan dan daur ulang, konservasi air, optimasi kesehatan dan kenyamanan ruang, pengelolaan limbah, serta manajemen lingkungan.
Konsultasikan Kebutuhan Material Ramah Lingkungan Dengan Ahlinya di Megabuild Indonesia!
Green building adalah salah satu terobosan dalam sektor konstruksi yang tidak hanya mengedepankan kenyamanan dan keamanan penghuni, tetapi juga mengurangi dampak lingkungan.
Jika kamu berencana membangun bangunan berprinsip ramah lingkungan, tetapi bingung harus menggunakan material seperti apa, konsultasikan dengan ahlinya di Megabuild Indonesia!
Di pameran bahan bangunan terlengkap di Indonesia ini, kamu bisa melihat beragam produk sekaligus berdiskusi secara langsung dengan desainer interior, pengembang, arsitek, kontraktor, dan pelaku usaha di bidang konstruksi.
Setiap tahunnya, Megabuild Indonesia menghadirkan ratusan brand dari dalam negeri dan mancanegara sehingga lebih banyak pilihan produk yang bisa disaksikan.
Lebih lanjut, Megabuild Indonesia juga memberikan kesempatan bagi brand yang hendak menjangkau pasar yang lebih luas dan memperkenalkan produk kepada audiens baru dengan menjadi eksibitor. Dengan menjadi eksibitor, brand dapat membuka peluang relasi dan jejaring serta bertemu dengan puluhan ribu pengunjung setiap tahun.
Mari datang ke Megabuild Indonesia! Catat tanggalnya dan pantau situs resmi, akun Instagram, dan LinkedIn Megabuild Indonesia!








-lwtcdu-zf6ysy-md.jpg)

-09c8uu-sxdmv8-md.jpg)









