Skip to content

12 Jenis Atap Rumah dan Material yang Digunakan, Apa Saja?

Megabuild Indonesia
Diposting 10 hours ago5 menit baca
Terdapat beragam jenis atap rumah berdasarkan material yang digunakan, mulai dari genteng hingga seng. Cari tahu informasinya di sini!

Tahukah Anda? Ternyata, jenis atap rumah tidak hanya terpaku pada atap beton atau genteng. Terdapat banyak jenis lainnya yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan. 

Artikel ini membahas tentang jenis-jenis atap rumah serta material yang digunakan. Jadi, simak artikel ini hingga akhir untuk mempelajarinya. 

Jenis-Jenis Atap Rumah

Setiap atap rumah memiliki kelebihan dan kekurangannya sehingga kamu harus menyesuaikan dengan kebutuhan hunian dan anggaran. Pelajari setiap jenisnya berikut ini:

1. Atap Genteng Tanah Liat

image

Atap genteng tanah liat adalah salah satu jenis atap rumah yang lazim ditemukan di Indonesia. Ciri khas atap ini adalah berwarna cokelat kemerahan. Jenis atap ini tergolong cukup terjangkau dan bisa ditemukan hampir di semua toko bangunan. 

Kelebihan atap genteng tanah liat adalah dapat meredam panas dari luar. Warna cokelat kemerahannya juga memberikan kesan klasik pada hunian sehingga pas dipadukan dengan berbagai desain rumah. 

Meski begitu, kamu juga harus memerhatikan beberapa kekurangan jenis atap rumah ini sebelum mengaplikasikannya. Atap genteng tanah liat memiliki ukuran yang cukup kecil per kepingnya dan bobot yang berat. 

Jadi, proses pemasangannya mungkin akan lebih lama. Kamu juga mungkin membutuhkan lebih banyak keping untuk hunian yang lebih besar. Kemudian, rangka atap harus dipasang agak landai agar genteng tidak turun. 

2. Atap Genteng Beton

image

Jenis atap rumah ini tahan lama, senyap saat hujan, dapat meredam panas dengan efisien. Meski begitu, kamu harus mempertimbangkan beberapa hal sebelum memasangnya karena atap ini cukup berat sehingga membutuhkan kerangka yang kukuh. Harganya juga lebih mahal dibandingkan atap lainnya. 

3. Atap Asbes

image

Atap asbes dijual dalam bentuk lembaran. Jenis atap ini ringan sehingga pemasangannya mudah dan cepat. Karena ringan, kerangkanya juga lebih sederhana. 

Walau begitu, penggunaan asbes saat ini tengah menjadi perhatian karena dapat menyebabkan gangguan paru-paru, yaitu asbestosis. 

Baca juga: Green Roof: Tren Atap Hijau untuk Rumah Sejuk dan Estetik

4. Atap Galvalum

image

Jenis atap rumah ini lebih tahan karat dibandingkan seng biasa. Bobot atap galvalum lebih ringan sehingga mudah dipasang. Meski ringan, atap ini tahan lama dan kuat terhadap perubahan cuaca ekstrem. 

Kekurangan atap galvalum adalah berisik saat hujan dan cenderung meneruskan panas. Hal ini masih bisa diatasi dengan menambah insulasi panas di bawahnya.

5. Atap Genteng Keramik

image

Atap genteng keramik tampak mengkilap sehingga memberikan nilai estetika pada hunian. Jenis atap ini tahan panas, tahan cuaca, dan dapat memantulkan panas. Namun, atap ini harganya cenderung lebih mahal. Pemasangannya juga lebih rumit dan bobotnya cukup berat. 

6. Atap Beton Datar

image

Jenis atap rumah ini juga mudah ditemukan di bangunan-bangunan di Indonesia. Karena terbuat dari beton, atap ini lebih tahan dari pelapukan, cuaca, serangga, dan panas. Kemudian, jenis atap ini juga bisa difungsikan, misalnya untuk tempat menjemur pakaian atau berkumpul bersama keluarga di rooftop

Meski begitu, kamu harus rutin membersihkannya karena mudah berlumut dan licin. Lalu, pastikan atap beton datar dilapisi oleh coating khusus agar tidak mudah bocor dan retak. 

7. Atap uPVC

image

Atap uPVC atau Unplasticized Polyvinyl Chloride memiliki rongga udara di tengahnya sehingga mampu meredam panas, membuat rumah lebih sejuk. Atap ini juga antikorosi dan keropos. 

8. Atap Logam

image

Atap logam biasanya terbuat dari baja yang dilapisi dengan zincalume. Jenis atap rumah ini tahan karat, ringan, mudah dipasang, dan ringan. Namun, sama seperti galvalum, atap ini berisik ketika hujan dan dapat meneruskan panas ke dalam rumah. 

9. Atap Kaca

image

Model atap ini biasanya digunakan pada beberapa ruang saja, seperti pada taman indoor dan ruang cuci. Atap kaca dapat meneruskan cahaya matahari ke dalam rumah sehingga hunian lebih terang saat siang hari. 

Walau begitu, kamu harus rutin membersihkannya agar atap tidak buram. Atap kaca juga rentan pecah sehingga pemasangan dan penggunaannya harus hati-hati. 

10. Atap Shingle

image

Atap ini terbuat dari serat kayu sehingga menambah nilai estetika pada hunian. Daya tahannya juga cukup tinggi. Namun, harga atap ini cukup tinggi. Perawatannya juga intens dan pemasangannya cukup rumit. 

Baca juga: Renovasi Rooftop: Biar Rumah Punya Ruang Tambahan dan Area Me Time

11. Atap Multiroof

image

Atap ini terdiri dari lembaran logam ringan yang dilapisi aluminium atau zinc sehingga lebih tahan karat meski terpapar cuaca. Harga atap ini cukup mahal dan kurang tahan terhadap tekanan. Atap multiroof juga lebih baik dipasang oleh professional agar kuat dan tidak mudah terbang akibat angin. 

12. Atap Seng Berlapis

image

Atap seng berlapis terdiri dari seng yang dilapisi dengan insulasi dan aluminium. Jenis atap rumah ini ringan dan membuat rumah lebih sejuk. Harganya juga relatif lebih murah. Walau begitu, atap seng berlapis kurang tahan lama dan berisik saat hujan. 

Konsultasikan Kebutuhan Atap Rumah di Megabuild Indonesia

Atap rumah tidak hanya berfungsi sebagai pelindung hunian, tetapi juga memberikan nilai estetika. Agar tidak salah pilih, pastikan kamu mengonsultasikan kerangka dan jenis genteng pada ahlinya!

Di Megabuild Indonesia, kamu bisa bertemu dengan arsitek, desainer interior, kontraktor, developer, serta pelaku industri bangunan untuk berkonsultasi dan menambah wawasan tentang bahan bangunan. 

Megabuild Indonesia merupakan pameran berskala internasional terbesar di Indonesia yang berfokus pada sektor bahan bangunan, konstruksi, arsitektur, dan desain interior. Setiap tahunnya, ajang ini menghadirkan ratusan brand dari dalam maupun luar negeri.

Selain menghadirkan berbagai manfaat bagi para pengunjung, Megabuild Indonesia juga menjadi wadah bagi perusahaan untuk memperluas jangkauan pasar serta memperkenalkan produk kepada audiens yang tepat sasaran. 

Melalui partisipasi sebagai exhibitor, perusahaan berkesempatan membangun relasi bisnis dan menciptakan peluang kolaborasi maupun kerja sama baru. Bagaimana tidak? Pameran ini dihadiri oleh puluhan ribu pengunjung setiap tahunnya. 

Catat informasi terbarunya dengan mengunjungi situs resmi, akun Instagram, dan LinkedIn Megabuild Indonesia!

Baca juga: Macam-Macam Ukuran Seng Gelombang & Jenisnya untuk Proyek

Share artikel ini